dihi.or.id


Beranda

Terbentuknya DIHI

Proses diawali dengan rapat pertama pada bulan oktober 2010 di TMII (Taman Mini Indonesia Indah) tepatnya di lokasi kantor dunia air tawar yang dihadiri oleh:
  • KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) diwakili oleh Bapak Setiawan
  • Advisor menteri KKP waktu itu oleh Bapak Sola Maxdeyoul
  • TMII diwakili oleh Bapak Maulana
  • Pemerintahan kota Jaktim
  • Koperasi Chandrabhaga Bekasi diwakili oleh Bapak Suryadi, Bapak Bambang
  • Kelompok Tani diwakili oleh Bapak Doddy Ito

Acara rapat pada saat itu dipimpin oleh Bapak Sola Maxdeyoul yang pada saat itu kementerian KKP masih dijabat oleh Bapak Fadel Muhammad yang memperhatikan kondisi ikan hias Air Tawar. Menteri perikanan saat itu melihat kondisi ikan hias Indonesia, dan beliau bersama staff sudah mempelajari langsung ke Singapura untuk mencari permasalahan dan pemecahannya.

Pada saat rapat advisor menteri menyampaikan apa yang telah dipelajari, dan didalam rapat selanjutnya pesertanya semakin berkembang. Didalam rapat kita semua mencoba memaparkan persoalan ditempatnya masing-masing.

Melalui rapat yang berulang-ulang dan membicarakan bentuk badan atau organisasi apa yang bisa mewadahi seluruh ikan hias dari petani, supplier eksportir, pedagang dan siapa saja nanti yang bisa duduk dalam organisasi tersebut.

Yang pada akhirnya diputuskan nama organisasi yang bisa menaungi dan mewadahi semua lapisan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi peternak ikan hias.

Maka terbentuklah tim perumus DIHI yaitu:
  1. Ir. Setiawan, MM (DKP)
  2. Ir. Sola Maxdeyul (Advisor Menteri)
  3. Dr. Husni Mangga Barani
  4. Prof. Dr. Fatuchri Sukadi (PIHI)
  5. Bambang Cahya Pinardi (Koperasi)
  6. Anton Saksono (Pakar)
  7. Hendra Iwan Putra (Eksportir)
  8. Wie Rompas (Pemasaran)
  9. Muhammad Zen (Petani)
  10. Budi Widjaja (Koi)

Dari tim perumus DIHI ini kemudian berlanjut ke deklarasi tanggal 21-23 Februari 2011 di kota Malang, Jawa Timur. Di kota Malang ini dibentuk tim formatur yang bertujuan untuk mencari calon ketua yang duduk di DIHI.

Tim formatur terdiri :
  1. Dr. Husni Manggabarani
  2. Ir. Gatot Rudiono
  3. Prof. Dr. Sukoso
  4. Dr. Edward Danakusumah
  5. Ir. Anton Saksono
  6. Soeyatno
  7. Budi Widjaja

Dari proses yang panjang selama tiga bulan pada akhirnya dibuatlah format untuk menjaring bakal calon ketua dan wakil dengan bentuk form atas ide Dr. Husni manggabarani.

Formulir untuk menjaring ketua dan wakil dibagikan ke tim formatur (7 orang) diatas ditambah dengan bapak Wie Rompas, bapak Maulana (TMII), bapak Soni (Seaworld ancol), bapak Dr. Suseno Sukoyono (Staff Ahli Menteri KKP) dan Komjen Purn. Didi Widayadi (Arwana) dengan waktu yang telah ditetapkan.

Setelah waktu yang ditetapkan, formulir yang kembalikan dan menyatakan kesediaan untuk menjadi ketua dan wakil adalah bapak Dr. Suseno Sukoyono dan bapak Ir. Anton Saksono.

Sedangkan bapak Dr. Edward Danakusumah dan bapak Soeyatno mengembalikan formulir tetapi menyatakan tidak bersedia dipilih, yang lainnya tidak mengembalikan formulir dan menyatakan mengundurkan diri dan tidak bersedia dipilih.

Pada puncaknya Munas 14 september 2011, Bp. Dr. Suseno Sukoyono terpilih sebagai ketua dan Bp. Ir. Anton Saksono sebagai wakil.



Space Iklan