Jadikan Indonesia Jawara Ikan Hias

Serpong (TROBOS). Dengan posisi Indonesia saat ini adalah 3 besar dunia dalam rangking ekspor ikan hias, Dewan Ikan Hias Indonesia (DIHI), berpendapat diperlukan langkah aksi segera untuk mendongkrak posisi Indonesia menjadi pemuncak pengekspor ikan hias di dunia. Untuk itu, dalam konferensi pers DIHI di Alam Sutera, Serpong (3/1), DIHI berpendapat langkah aksi ini antara lain dengan strategi yang didukung rencana aksi, roadmap, serta business plan. 

Sekretaris Jenderal DIHI, Soeyatno menuturkan, saat ini produksi ikan hias yang tinggi masih terseok-seok karena banyak tantangan, diantaranya sekitar 28 peraturan yang tercatat oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP), harus dijalankan para pelaku bisnis ikan hias. “Termasuk surat izin usaha, izin domisili, izin gangguan, dan lainnya. Dari peraturan tersebut, 30 % berada dalam kontrol Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan sisanya berada pada instansi lain,” terangnya.

Belum lagi tantangan klasik lain yang lebih fundamental, seperti belum tersedia peta potensi ikan hias nasional, terjadinya praktik Illegal, Unreported, Unregulated (IUU) pada karang hias. Untuk itulah, Soeyatno menyuarakan bahwa DIHI mendukung pelaksaan Daftar Negatif Investasi (DNI), dan selain itu perlu juga adanya branding ikan hias andalan seperti sri lanka dengan guppy. dini