DIHI (Dewan Ikan Hias Indonesia) 2011–2025
Dewan Ikan Hias Indonesia (DIHI) merupakan organisasi yang berperan dalam memperkuat industri ikan hias nasional melalui advokasi kebijakan, penguatan kelembagaan, pengembangan pasar, hingga transformasi global berbasis teknologi dan keberlanjutan. Berikut perjalanan strategis DIHI dari tahun 2011 hingga 2025.
Periode 2011–2013
Fase Konsolidasi Nasional
Fokus Strategis
Advokasi dan pembentukan kelembagaan nasional industri ikan hias.
Program Utama
- Kampanye publik industri ikan hias
- Pembentukan organisasi DIHI
- Pemetaan asosiasi ikan hias air laut dan air tawar
Key Performance Indicator (KPI)
- Terbentuknya struktur organisasi DIHI
- Keterlibatan aktif asosiasi ikan hias nasional
Output & Outcome
Pada fase ini, DIHI resmi terbentuk sebagai wadah koordinasi nasional yang mempertemukan berbagai pelaku industri ikan hias di Indonesia.
Keterkaitan dengan Visi & Misi
Mendukung visi DIHI dalam memayungi asosiasi serta memperkuat koordinasi industri ikan hias secara nasional.
Periode 2014–2015
Fase Advokasi Kebijakan
Fokus Strategis
Penguatan regulasi dan industrialisasi sektor ikan hias Indonesia.
Program Utama
- Penyusunan proposal BUMN ikan hias
- Pembuatan policy brief industri ikan hias
Key Performance Indicator (KPI)
- Tersusunnya satu policy brief nasional
- Tersusunnya proposal pembentukan BUMN ikan hias
Output & Outcome
Meningkatnya perhatian pemerintah terhadap potensi ekonomi dan ekspor sektor ikan hias Indonesia.
Keterkaitan dengan Visi & Misi
Mendukung kebijakan nasional guna meningkatkan daya saing industri ikan hias Indonesia di pasar global.
Periode 2016–2020
Fase Promosi & Ekspansi Pasar
Fokus Strategis
Branding internasional dan peningkatan daya saing industri ikan hias.
Program Utama
- Dukungan terhadap penyelenggaraan NUSATIC
Key Performance Indicator (KPI)
- Terjalinnya kemitraan dalam penyelenggaraan NUSATIC
Output & Outcome
NUSATIC berkembang menjadi salah satu event ikan hias internasional yang meningkatkan kompetensi SDM lokal serta memperluas akses pasar global.
Keterkaitan dengan Visi & Misi
Meningkatkan visibilitas dan mendorong ekspor ikan hias Indonesia ke pasar internasional.
Periode 2018–2020
Fase Pemberdayaan UMKM
Fokus Strategis
Penguatan kolaborasi dan pemberdayaan eksportir serta UMKM ikan hias.
Program Utama
- Advokasi eksportir dan UMKM untuk mengikuti pameran nasional
Key Performance Indicator (KPI)
- Keterlibatan wilayah strategis seperti Jawa Barat, Bali, Jawa Timur, dan Banten dalam pameran NUSATIC
Output & Outcome
Eksportir dan UMKM memperoleh kesempatan memperluas jaringan bisnis dan melakukan transaksi langsung dalam event nasional.
Keterkaitan dengan Visi & Misi
Menguatkan peran pelaku utama industri ikan hias nasional melalui pemberdayaan ekonomi dan akses pasar.
Periode 2021–2023
Fase Profesionalisasi Organisasi
Fokus Strategis
Konsolidasi organisasi dan reformasi asosiasi industri ikan hias.
Program Utama
- Konsolidasi DIHI, AKKI, dan INOFE
- Penguatan kelembagaan organisasi
Key Performance Indicator (KPI)
- Terbentuknya kemitraan strategis asosiasi ikan hias air laut dan air tawar
Output & Outcome
Terbangunnya kesatuan suara nasional dalam mendukung kebijakan industri ikan hias Indonesia.
Keterkaitan dengan Visi & Misi
Memperkuat posisi DIHI sebagai lembaga advokasi dan koordinasi industri ikan hias nasional.
Periode 2023–2025
Fase Transformasi Global
Fokus Strategis
Diplomasi internasional, digitalisasi, dan adaptasi teknologi industri ikan hias.
Program Utama
- Promosi spesies unggulan Indonesia
- Pengembangan digitalisasi dan sistem traceability
Key Performance Indicator (KPI)
- Spesies endemik dan ikan hias unggulan Indonesia tampil di forum global
- Pengembangan platform digital prototipe
Output & Outcome
Indonesia semakin dikenal sebagai eksportir utama ikan hias unggulan seperti Botia, Arwana, Clownfish, dan Koi, sekaligus memulai transformasi menuju sistem industri digital.
Keterkaitan dengan Visi & Misi
Mendorong Indonesia menjadi pusat industri ikan hias dunia yang adaptif, kompetitif, dan berkelanjutan.
Penutup
Perjalanan DIHI dari tahun 2011 hingga 2025 menunjukkan komitmen kuat dalam membangun industri ikan hias Indonesia yang terintegrasi, profesional, dan berdaya saing global. Melalui penguatan organisasi, dukungan terhadap UMKM, promosi internasional, serta transformasi digital, DIHI terus berupaya menjadikan Indonesia sebagai pusat ikan hias dunia yang berkelanjutan.

