Bulu babi (Echinoidea) adalah hewan laut yang bisa ditemukan di semua jenis perairan di dunia, termasuk Indonesia yang tergolong perairan tropis. Perannya sangat penting menjaga ekologi laut tetap seimbang dan berfungsi sebagai bioindikator ekosistem perairan.
Invertebrata anggota Filum Echinodermata ini, memiliki rupa khas dengan duri hitam sepanjang 30 sentimeter. Pakan utamanya ganggang, dengan sesekali makan ikan, bintang laut, dan kepiting.
Syamsul Bahri Agus, Ketua Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB University, menyebut bulu babi memiliki peran krusial di laut, kehadirannya menjaga terumbu karang. Di mana ada terumbu karang, hampir pasti ada bulu babi.
Bulu babi menjaga terumbu karang dengan cara mencegah karang tertutupi dan mati kelebihan makro alga yang tumbuh di atas karang. Semua kelebihan makroalga itu dimakan bulu babi. Namun, populasi bulu babi harus seimbang dengan terumbu karang atau lamun, jika tidak akan berdampak negatif.
“Biasanya, bulu babi tumbuh di perairan dangkal sekitar lima sampai 10 meter,” jelasnya, Kamis (29/1/2026).
Bulu babi juga berperan sebagai herbivora utama. Saat melakukan aktivitas grazing atau merumput di atas padang lamun, fungsinya sangat penting menjaga keseimbangan ekosistem.
Secara spesifik bulu babi sangat menyukai perairan yang cenderung keruh.
“Perairan keruh bukan berarti ekosistemnya rusak. Justru, keberadaan bulu babi menandakan ekosistem sehat. Semakin banyak jumlahnya, kesehatan ekosistem semakin bagus.”
Perairan keruh yang menjadi habitat terbaik bulu babi di Indonesia, adalah perairan yang memiliki lumpur dan tidak dalam kondisi tercemar. Sebaliknya, jika tidak ditemukan lumpur, dan atau bahkan sudah tercemar perairannya, bulu babi sulit hidup dan berkembang.
Syamsul menjelaskan, perairan keruh sangat disukai bulu babi, karena kandungan nutriennya sangat tinggi. Itu memudahkannya tumbuh dan berkembang, walaupun arus air termasuk deras.
Views: 4