Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, namun diwarnai keseriusan visi masa depan, para tokoh senior yang merupakan pengurus Dewan Ikan Hias Indonesia (DIHI) berkumpul pada tanggal 11 Desember 2025 di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta.
Pertemuan strategis ini terasa semakin vital karena dihadiri oleh figur-figur kunci, termasuk pengurus DIHI yang juga merangkap sebagai Ketua Asosiasi Inofe Ikan Hias Air Tawar dan anggota AKKII (Asosiasi Koral, Kerang, dan Ikan Hias Indonesia). Kehadiran perwakilan dari asosiasi-asosiasi vital ini menegaskan bahwa langkah revitalisasi DIHI mendapat dukungan luas dari ekosistem industri, menjanjikan sinergi yang lebih kuat.


Pertemuan penting ini menghasilkan kesepakatan fundamental mengenai revitalisasi DIHI. Revitalisasi ini bertujuan untuk menjadikan DIHI motor penggerak industri ikan hias nasional, yang selama ini menyimpan potensi ekonomi luar biasa.
Komitmen Kolektif untuk Dukungan Penuh
Inti dari pertemuan ini adalah penegasan komitmen kolektif dari segenap pengurus. Bertempat di pusat bisnis ibu kota, mereka menyatakan kesiapan dan kesanggupan untuk mendukung penuh operasional harian dan program strategis DIHI. Komitmen ini mencakup dukungan sumber daya, ide, dan jejaring, memastikan bahwa DIHI dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan dalam mewujudkan tujuannya.
Para pengurus bersepakat bahwa era wait and see harus berakhir, digantikan dengan era aksi nyata yang ditopang oleh fondasi organisasi yang kuat dan profesional.
Membuka Pintu Kolaborasi Internasional
Poin terpenting yang disepakati adalah arah strategis DIHI untuk membangun kolaborasi kuat dengan stakeholder Internasional. Pengurus menyadari bahwa untuk membawa Ikan Hias Indonesia, yang kaya akan keanekaragaman dan keindahan, mencapai potensi tertingginya, diperlukan akses ke pasar, teknologi, dan standar global.


Langkah ini merupakan lompatan strategis untuk:

  • Meningkatkan Ekspor: Membuka peluang pasar baru dan memperkuat posisi produk ikan hias Indonesia di pasar aquascape dan akuarium dunia.
  • Adopsi Standar Global: Mendorong praktik budidaya dan konservasi yang sesuai dengan standar internasional.
  • Transfer Pengetahuan: Membawa inovasi dan teknologi terbaik ke dalam negeri.
    Kesepakatan ini mencerminkan optimisme yang tinggi. Dengan adanya komitmen yang kuat dari para pemimpinnya, dan didukung penuh oleh asosiasi-asosiasi terkait seperti Inofe dan AKKII, DIHI siap bertransformasi menjadi organisasi yang lincah, profesional, dan berdaya saing global. Pertemuan yang bersejarah di SCBD ini menandai dimulainya babak baru bagi industri ikan hias Indonesia, didorong oleh visi bersama untuk kemajuan dan kejayaan di kancah dunia.

Views: 13