Oleh: Dr. Suseno Sukoyono
Jakarta, 17 Januari 2026
Bagi saya, industri ini bukan sekadar angka statistik ekspor, melainkan
tentang bagaimana kita menghargai setiap kelangsungan hidup biota yang kita kirim ke kancah global. Hari ini, saya bersama t im Lembaga Sertifikasi
Profesi Perikanan Hias Indonesia ( LSP- PHI) mengadakan rapat intensif di CV Cahaya Baru, Jakarta, untuk memfinalisasi skema kompetensi profesi
terbaru. Langkah ini merupakan mandat penting dalam menyelaraskan
industri kita dengan kebijakan Badan Nasional Sertifikasi Profesi ( BNSP).
Kita ingin memastikan bahwa SDM Indonesia t idak hanya terampil di lapangan, tetapi juga memiliki pengakuan formal yang kredibel dan akuntabel di mata internasional.
Saat berkeliling meninjau stok ekspor di fasilitas CV Cahaya Baru, di antara sekian banyak varietas ikan hias dan terumbu karang yang memukau, mata saya tertuju pada satu koleksi yang sangat eksotis: Clown Triggerfish
( Balistoides conspicillum) . Ikan dari famili Balistidae ini bukan sekadar
komoditas dagang, melainkan sebuah mahakarya biologis yang luar biasa untuk dipelajari:
- Identitas Visual: Nama conspicillum merujuk pada pola putih di sekitar matanya yang menyerupai kacamata ( conspicuous eyes).
- Mekanisme Pertahanan: Dijuluki sebagai ” Arbalète” ( busur s i lang) karena memiliki duri punggung yang bisa terkunci secara mekanis untuk bertahan di celah karang.
- Karakteristik Habitat: Mereka adalah penghuni terumbu luar hingga kedalaman 75 meter, sering kali ditemukan hidup soliter dan bersifat sangat teritorial.
- Manajemen Perawatan: Sebagai karnivora agresif dengan rahang yang sangat kuat, penanganan pakannya— terutama terhadap krustasea dan bulu babi— memerlukan ketelitian ekstra.
Keberadaan spesies sehebat Clown Triggerfish di fasilitas ekspor kita adalah sebuah kebanggaan, namun sekaligus tanggung jawab besar. Di s inilah
peran skema kompetensi yang divalidasi oleh BNSP menjadi krusial.
Sertifikasi berlogo Garuda dari BNSP adalah jaminan bahwa tenaga kerja kita memiliki validitas teknis dalam menangani perilaku kompleks biota
tersebut, menjaga etika transportasi ekspor, hingga memastikan standar kesejahteraan hewan ( animal welfare) tetap terjaga.
Melalui s inkronisasi kebijakan ini, kita sedang membangun fondasi agar
Indonesia t idak hanya menjadi pemain besar secara volume, tetapi menjadi pemimpin dunia dalam hal profesionalisme. Mari kita buktikan bahwa
kualitas SDM kita sebanding dengan kemegahan kekayaan laut yang kita miliki.
Salam Satu Air
Views: 21