Perjalanan Menuju Standar Emas: Di Balik Layar OFIA 2026 dan Malam Puncak di NUSATIC

Sebuah penghargaan tidak akan memiliki bobot jika hanya dinilai dari atas kertas.

Tahun ini, Ornamental Fisheries Indonesia Awards (OFIA) 2026 yang mengusung tema "Membangun Identitas, Menggerakkan Inovasi" mengambil langkah yang jauh lebih berani dan mendalam. Tim penilai tidak hanya duduk di ruang sidang. Mereka turun langsung, melintasi pesisir, menembus fasilitas tertutup, dan menginjakkan kaki di fasilitas marikultur laut dalam untuk melihat kebenaran dari setiap klaim inovasi.


Melihat Langsung, Menilai Kebenaran

Proses kurasi OFIA 2026 adalah sebuah perjalanan observasi yang ketat. Tim juri ahli yang terdiri dari akademisi, pakar lingkungan, hingga praktisi industri melakukan inspeksi langsung ke jantung operasional masing-masing perusahaan nominator.

Dr. Suhana, S.pi, M.si

Ketua

Drs. Hery Prasetyo, M.Si

Sekretaris

Prof. Dr. Suharsono, APU

Unsur Pakar

Dr. Samedi, Ph.D.

Unsur Pakar

Ir. Bambang Cahya Pinardi

Unsur UMKM

Bernardus Kosasih, S.T., B.Eng., M.M.

Unsur Industri

Yoga Prabowo S.Ds.

Unsur Industri

Tim Juri
OFIA 2026

Tujuannya satu: memastikan bahwa 5 Pilar Utama Tingkat Maturitas Strategis OFIA benar-benar berdetak dalam keseharian operasional mereka.

Di lapangan, tim penilai memverifikasi semuanya. Mereka memeriksa sistem water management dan infrastruktur fisik yang menjaga rasio sintasan (survival rate) biota. Mereka berdialog langsung dengan para nelayan pesisir yang tergabung dalam Coastal HUB Units untuk mengukur dampak sosial-ekonomi yang nyata. Mereka menelusuri fasilitas penangkaran spesies eksotis (ex-situ) hingga melihat langsung inovasi pembuatan replika koral dari bahan non-toksik.

Tidak ada yang bisa disembunyikan di lapangan. Transparansi, kepatuhan pada regulasi global, hingga kesejahteraan karyawan diukur dengan standar objektivitas tertinggi.


Malam Pembuktian di Panggung NUSATIC 2026

Semua keringat, dedikasi, dan inovasi yang ditemukan di lapangan itu akhirnya bermuara di satu titik: Panggung Utama NUSATIC 2026.

Di tengah riuhnya pameran industri akuatik terbesar ini, suasana berubah menjadi penuh khidmat saat pengumuman pemenang OFIA 2026 dibacakan. PT Dinar Darum Lestari, PT Aneka Tirta Surya (ATS), dan PT Bellenz dipanggil ke atas panggung sebagai pionir yang berhasil menyelaraskan komersialisasi dengan konservasi.

Namun, momen yang paling bersejarah dan emosional malam itu adalah sosok yang menyerahkan plakat penghargaan tersebut.

Penghargaan standar emas ini diserahkan langsung oleh Ibu Erna Witoelar, tokoh lingkungan hidup berskala internasional yang kiprahnya telah diakui dunia. Kehadiran beliau di panggung NUSATIC 2026 bukan sekadar simbolis, melainkan sebuah validasi global. Momen saat beliau menyerahkan plakat tersebut mengirimkan pesan yang menggetarkan bagi seluruh pelaku industri. Bahwa industri perikanan hias dan koral Nusantara kini tidak lagi dipandang sebagai entitas eksploitatif, melainkan sebagai garda terdepan dari praktik Blue Economy yang beretika, berkelanjutan, dan bertanggung jawab terhadap perairan dunia.

OFIA 2026 telah menetapkan standar baru. Membangun identitas tidak lagi cukup hanya dengan menjadi yang terbesar, tetapi harus dibuktikan dengan menjadi yang paling peduli dan berinovasi untuk kelestarian laut kita.

Maju terus industri perikanan hias Indonesia!

Tags :

waphi.id@gmail.com

https://dihi.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Popular News

Kategori